-SELAMAT DATANG DAN KORAN HARIAN KONPAK

Rabu, 22 Oktober 2014

Kingmi Papua Menduga Ada Pihak yang Bermain

Rabu, 22 Oktober 2014 12:02

Kingmi Papua Menduga Ada Pihak yang Bermain
ibalik Pembunuhan Anggota Polres Lanny Jaya Maikel Bano

Ketua Sinode Kingmi Papua, Pdt Dr. Benny Giay bersama kawan-kawan ketika memberikan keterangan pers, Selasa (21/10) kemarin.JAYAPURA – Badan Pengurus Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) di tanah Papua menduga ada pihak lain yang bermain dibalik pembunuhan terhadap anggota Polres Lanny Jaya, Maikel Bano, pada tanggal 1 Oktober 2014 lalu.
Pasalnya, mayat Almarhum  Maikel Bano dibuang di Sungai Balim dekat Kantor Klasis Munak, Ilaga, Kabupaten Lanny Jaya. Padahal, menurut Jemaat tidak ada tanda-tanda fisik yang mengarah bahwa pembunuhan tersebut benar-benar di lokasi dimana ditemukan mayat almarhum.
Hal itu disampaikan Ketua Sinode Kingmi di Tanah Papua, Pdt. Dr.Benny Giay didampingi Pembela HAM Papua, Matius Murib, Ketua Perdamaian dan Keadilan Sinode Kingmi Papua dan Matias Heluka, saat memberikan keterangan pers di Kantor Sinode Kingmi Papua, Selasa (21/10) kemarin.
Benny mengungkapkan, sebelum ditemukan almarhum Maikel Bano aparat Kepolisian  melakukan pengrusakan diserta penembakan di Kantor Klasis Munak, pada, Sabtu (4/10) lalu dengan alasan mayat sebelumnya ada disekitar lokasi kantor Klasis.

“Hal ini kami Gereja sangat menyayangkan karena polisi melakukan pengrusakan tanpa alasan, padahal Jemaat sama sekali tidak mengetui kematian Alm. Maikel Bano. Kalaupun ada pembunuhan mestinya ada barang bukti yang ditemukan di lokasi,” katanya.
Dijelaskan, peristiwa penembakan dan pembakaran serta pengrusakan failitas gereja  diantaranya, Pagar Kebun, Gapura Gereja, 7 Buah Honai dibakar, 4  unit rumah klasis dirusak dan menembakan kantor Klasis Kingmi yanga baru diresmikan bulan Juni 2014.
Dikatakannya, kekerasan yang terus terjadi di Tanah ini terus berpinak-pinak,  berakar dan berkait-mengait dengan lembaga dan kelompok yang telah melembaga. Oleh karena itu, pihaknya dari Gereja mengajak semua pihak untuk bersatu padu mengkonfrontasi para pihak yang mempromosikan kekerasan bentuk ini yang terus menerus bermain di ruang bebas.
“Kami juga meminta agar polisi mengungkap siapa pelaku dibalik pembunuhan terhadap Maikel Bano sehingga gereja tidak bertanya-tanya,” harapnya.
Disamping itu, Benny meminta kepada aparat kepolisian agar bertanggungjawab atas apa yang telah dilakukan di Kantor Klasis Munak, Ilaga, Kabupaten Lanny Jaya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes (Pol) Sulistyo Pudjo Hartono ketika dikonfirmasi wartawan mengungkapkan, pihak belum mendapat informasi bahwa ada anggotanya melakukan pengrusakan Kantor Klasis maupun honai yang ada di Munak.
“Jika memang ada pengrusakan yang dilakukan oleh anggota, mungkin itu karena buntut emosional mereka karena sudah berapa hari rekan mereka hilang setelah di bunuh. Kalau memang dirusak kita bertanggungjawab dan meminta Kapolres untuk membangun lagi,” katanya di Mapolda Papua.
Dalam kasus  tersebut, Pudjo menjelaskan, awalnya korban mempunyai niat baik dari Polsek Maki menuju Bolakme untuk mengantar  surat agar tidak terjadi pertikaian antar kampung di Maki, yang berujung pembunuhan.
“Anehnya, pembunuhan terjadi di samping kantor Klasis lalu mayat di buang ke sugai. Atas penemuan itu salah seorang dari Klasis melaporkan ke Polsek terdekat dan begitu anggota datang, ternyata mayat korban hilang,” jelasnya.
Beberapa hari anggota yang juga merupakan rekan-rekan korban sendiri tak kunjung menemukan jenazah korban yang sudah menghilang beberapa hari. Dan saat itu juga, sempat menangkap lima orang di lokasi tepatnya lapangan Kantor Klasis.
Sayangnya, saat melakukan penangkapan tiba-tiba keluar tembakan yang berasal dari sungai sehingga aparat kepolisian terpaksa melakukan penembakan balik ke arah tembakan tersebut.
“Kami menduga penembakan dilakukan oleh KKB yang tidak berhak memiliki senjata,” ungkapnya.
Namun untuk melakukan pengrusakan, pihaknya belum mendengar ada laporan itu. Kalau memang dirusak kita bertanggungjawab untuk meminta kapolres untuk membangun lagi,” ujar Pudjo. (Loy/don/l03)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar