-SELAMAT DATANG DAN KORAN HARIAN KONPAK

Rabu, 22 Oktober 2014

Pembentukan Polda Papua Barat Rencana 2015


Rabu, 22 Oktober 2014 12:00

Pembentukan Polda Papua Barat Rencana 2015


Irjen (Pol) Drs. Yotje Mende JAYAPURA – Pembentukan Markas Polda Papua Barat yang digenjot oleh Polda Papua ke Mabes Polri, akhirnya membuahkan hasil. Pasalnya, Pembentukan Polda Papua Barat direncanakan dimulai tahun 2015. Upaya yang terus dilakukan, tim dari Mabes Polri yang dipimpin Karo Rentala Mabes Polri, Brigjen Gatot dan Kepala Biro RDP turun ke Papua untuk mengecek kesiapan pembentukan Polda Papua Barat tersebut.
Kedatangan tim dari Mabes Polri diterima langsung Kapolda Papua, Irjen (Pol) Drs. Yotje Mende MH., M.Hum, di Mapolda Papua, Selasa (21/10) siang. Kepada wartawan, Kapolda  Yotje mengungkapkan, bahwa pembentukan Polda Papua Papua Barat sudah dilakukan dan hari ini (Kemarin-Red) Mabes Polri datang ke Papua untuk melakukan koordinasi dengan Polda Papua agar besok (Hari ini-Red) ke lokasi bersama Wakapolda, Brigjen (Pol) Drs. Paulus Waterpauw.

“Kami berharap Pembentukan Polda Papua Barat ini bisa dilaksanakan pada tahun 2015. Namun harus ada rekomendasi dari Gubernur dan kami sudah siap agar segera menempatkan posisi penting di sana,” ungkap Kapolres Yotje.
Disinggung sejauh mana kesiapan pembentukan Polda Papua Barat tersebut? Kapolda Yotje mengemukakan bahwa kini sudah mencapai 50 persen. Sementara lokasi untuk pembangunan gedung Polda Papua Barat sudah ada. Hanya saja, Markas sementara untuk Polda Papua Barat direncanakan ada dua pilihan yakni, bekas kantor Bupati Manokwari dan kantor Gubernur Papua Barat.
“Kedua pilihan direncanakan sambil menunggu kantor pembangunan kantor Polda yang baru,” katanya. Sementara untuk pejabat  yang akan ditempatkan di sana, diusulkan dari Polda Papua karena banyak yang potensialnya disulkan sehingga akan dipromosikan.
“Ya, calonnya bisa jadi Wakapolda Papua sekarang ini,” tandasnya. Senada disampaikan Kabid Humas Polda Papua, Kombes (Pol) Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan, sesuai Keputusan Kapolri nomor 794/X/2014, bahwa mulai 1 Oktober 2014 diperintahkan segera membentuk Polda Papua Barat.
“Intinya tim akserasi yang dibentuk Kapolri ini mempercepat semua persiapan pembentukan Polda PB dengan melihat tiga aspek utama yakni personil, meteril dan anggaran,” kata Pudjo.
Dari sisi personil menurut Pudjo, mengutamakan personil secara minimal yang mampu disediakan Polda Papua untuk mengisi jabatan penting baik Kapolda, Wakapolda, Iwasda, Karo Operasi, Karo Rena, Karo SDM dan jabatan lain yang dianggap perlu.
“Personil yang belum bisa diisi Polda Papua akan diisi Mabes Polri. Dari kami sudah menyampaikan bisa 20 personil mengisi jabatan di Polda Papua Barat. Masalah sarana dan prasarana, dari Pemprov Papua Barattelah menyatakan siap menghibahkan atau meminjamkan gedung kabupaten Manokwari yang lama karena sekarang ada gedung baru mereka,” ujarnya.
Pudjo mengungkapkan, sejak terbentuknya Provinsi Papua Barat kurang lebih 15 tahun kendala komando masih ada di Papua sehingga memperpanjang koordinasi antar Gubernur Papua Barat dengan Polda Papua.
Untuk itu diharapkan dengan melihat kesiapan Polda Papua sebagai Polda induk dan akan dinilai oleh tim akselerasi bersama tim yang sudah dibentuk Kapolda akan ke Manokwari melihat kesiapan komando maupun dukungan Pemda.
“Ada personil sekitar 3 ribu lebih yang berada di sembilan Polres dari 14 Kabupaten dan kota Madya di Papua Barat lalu ditambah 160 dari Polda untuk mengisi formasi kerangka,” imbuhnya. Sementara lanjut dia, mengenai pengisian jabatan dan pengesahan ada pada kewenangan Kapolri.
“Yang terpenting dilihat adalah jabatan yang Polda Papua mengusulkan untuk jadi pertimbangan karena tentu saja Polda Papua lebih memahami persoalan di sana,” katanya.
Namun secara umum  dikehendaki personil yang memahami karakter wilayah.
“Itu pertimbangan utama dan diperkirakan 2015 Polda Papua Barat sudah terbentuk tapi tentu semua akan ada penilaian. Kami sudah berusaha secepat mungkin. Tergantung hasil penilaian. Kemenpan sudah menyetujui Kapolri juga. Kami juga terus mendorong. Kalau bisa dibentuk Janurai, kenapa harus Februari, mengenai anggaran sedang dirundingkan,” tandas Pudjo. (Loy/don)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar