-SELAMAT DATANG DAN KORAN HARIAN KONPAK

Rabu, 15 Oktober 2014

17 Anggota KNPB Diamankan Polisi


Selasa, 14 Oktober 2014 08:48

17  Anggota KNPB Diamankan Polisi


Tampak Kapolres Jayapura AKBP Alfred Papare, S.Ik., ketika  menanyakan ijin demo kepada 17 anggota KNPB di depan Toko Aneka Jayapura, Senin (13/10) kemarinJAYAPURA – Sedikitnya 17 anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang melakukan aksi tutup mulut dengan kain warna hitam, terpaksa diamankan  aparat gabungan Polres Jayapura Kota yang dipimpin langsung Kapolres Jayapura Kota, AKBP Alfred Papare di depan Toko Aneka, Jayapura, Senin (13/10) pagi sekitar pukul 11.15 WIT. Selain menangkap 17 orang tersebut, polisi juga berhasil menyita sejumlah alat peraga dan bendera KNPB yang digunakan sebagai alat melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut dibebaskannya dua jurnalis Perancis, Thomas Charles Dandois (40) dan Louise Marie Valentine Bourrat (29), yang ditangkap oleh Polda Papua pada 7 Agustus yang lalu Mereka terpaksa diamankan dan digiring ke Markas Polres Jayapura Kota, lantaran tidak mengantongi Surat Tanda Terima Pemberitahaan (STTP) atau surat ijin demo dari Polda Papua, sehingga aksi mereka dianggal ilegal.

Kapolres Jayapura Kota, AKBP Alfred Papare saat ditemui wartawan disela-sela melakukan pengamanan di Taman Imbi Jayapura mengungkapkan, ke 17 orang tersebut hanya sebatas diamankan untuk diperiksa. “Mereka tidak ditangkap, tapi mereka diamankan dan dibubarkan karena mereka hendak melakukan unjuk rasa tanpa  mengantongi ijin demo,” katanya.
Kapolres Alfred mengungkapkan, setelah 17 orang tersebut diperiksa maka akan dipulangkan karena aksi yang mereka lakukan, polisi tidak menemukan adanya tindak pidana seperti, melakukan tindakan-tindakan anarkis yang merugikan masyarakat.
Sebelum melakukan aksi demo, Kapolres Alfred telah melakukan koordinasi dengan pihak KNPB terkait rencana unjukrasa tentang pembebasan dua Jurnalias asal Perancis itu. Namun koordinasi itu, tidak diberikan ijin akan tetapi KNPB tetap bersikeras menggelar demo, meski tidak mengantongi ijin dari Polda Papua.
Bahkan saat melakukana aksi unjuk rasa di depan Aneka dengan membawa sejumlah Spanduk, dirinya sempat menanyakan siapa penanggungjawab dari aksi demo itu. “Saya sempat menanyakan tapi tidak ada yang mengaku.
Bahkan mereka menutup mulut dengan kain putih. Karena tidak ada penaggungjawan maka kami amankan sementara,” tandasnya.
Sementara jumlah personil yang diturunkan, sebanyak 500 personel yang diback up dari Brimob Polda Papua. “Kita terjun 500 personil gabungan Brimob untuk mesiasati aksi demo damai yang mereka lakukan. Kami juga di back-up oleh TNI,” katanya. (loy/don/l03)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar