-SELAMAT DATANG DAN KORAN HARIAN KONPAK

Rabu, 15 Oktober 2014

Kapolda : Aparat Keamanan Siap Hancurkan KSB

Kamis, 02 Oktober 2014 14:37

Kapolda : Aparat Keamanan Siap Hancurkan KSB

Jika Beraksi Mengganggu Kamtibmas Lagi

Irjen Pol. Drs. Yotje Mende, S.H., M.Hum.JAYAPURA – Aparat keamanan dari Kepolisian maupun TNI akan mengirim pasukan lebih banyak lagi ke daerah di pegunungan tengah Papua terutama Kabupaten Lanny Jaya.
Hal itu ditegaskan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Irjen Pol. Drs. Yotje Mende, S.H., M.Hum., jika ada Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) pimpinan Purom Wenda dan Enden Wanimbo mengganggu keamanan di daerah tersebut.
“Saya akan kirim pasukan lebih banyak kesana (Lanny Jaya) untuk hancurkan sekalian mereka (KSB) apalagi sampai membunuh aparat keamanan dan warga sipil,” tegas Kapolda Papua, Irjen Pol. Yotje Mende usai mengikuti upacara hari kesaktian pancasila ke 49 tahun 2014 di halaman kantor Gubernur Papua, Rabu (01/10) kemarin.
Kapolda Yotje menjelaskan, seluruh masyarakat di Kabupaten Lanny Jaya sangat marah dengan aksi dari KSB yang tidak berperikemanusiaan.
“Kelakuan dari kelompok sipil bersenjata (KSB) itu sudah membabi buta dan mereka itu patut di hukum, jadi masyarakat sudah sangat marah dan TUHAN pun akan marah karena membunuh.”jelas dia.

Dikatakan, setelah melaksanakan operasi matoa tahun 2014 dari tanggal 30 Agustus sampai dengan 27 September 2014, pihaknya sudah menarik seluruh pasukan Brimob dari Kabupaten Lanny Jaya.
Kapolda Yotje,  mengungkapkan penarikan pasukan dari beberapa daerah di pegunungan tengah Papua karena ada jaminan keamanan dari Wakil Bupati Lanny Jaya, Berthus Kogoya yang disampaikan langsung ke Kapolda Papua saat berkunjung ke Tiom ibukota Kabupaten Lanny Jaya beberapa waktu lalu, bahwa Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) tidak akan melakukan kegiatan-kegiatan dalam bentuk persenjataan di tanah Papua.
“Saya sangat mengapresiasi pernyataan Wakil Bupati dan inipun pasukan sudah kita tarik, kalau seandainya ada lagi saya kirim pasukan lebih besar pasukan Brimob sudah saya tarik karena ada pernyataan wakil Bupati Lanny Jaya,” kata Kapolda.
Di dalam operasi matoa kurang lebih dua bulan ini, aparat keamanan mengedepankan ada kegiatan prementif dan prefentif kepada masyarakat di Kabupaten Lanny Jaya dan beberapa kabupaten di daerah Pegunugan tengah Papua yang menjadi sasaran kelompok sipil bersenjata.
Selaku penangung jawab keamanan di wilayah hukum Polda Papua, Kapolda menyampaikan bahwa apa yang dilakukan KSB itu adalah kesalahan besar apalagi sampai membunuh orang.
“Terakhir kita tahu bersama tukang ojek yang tidak berdosa pun dibunuh sama mereka (KSB), ini yang membuat kemarahan dari masyarakat setempat dan termasuk mereka membunuh anak buah saya (Anggota Polisi) 2 orang yang sementara patroli dalam rangka pengamanan wilayah saat hari raya lebaran idul fitri,” tandasnya.
Selain di Kabupaten Lanny Jaya, Kapolda Papua juga meminta kesadaran dari Kelompok Sipil Bersenjata di Ilaga Kabupaten Puncak, Puncak Jaya untuk turun dari gunung.
“Saya minta kita kepada mereka (KSB) untuk mari bergabung membangun Papua ini yang kondusif, damai dan sejahtera mereka bisa bergabung masyarakat agar bisa jadi Pemerintah Daerah, bisa Polisi dan Tentara,” himbaunya. (loy/aj/l03)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar