-SELAMAT DATANG DAN KORAN HARIAN KONPAK

Rabu, 15 Oktober 2014

Polisi Minta Warga Kei Serahkan Pelaku Pembunuhan


Sabtu, 15 Februari 2014 20:10

Polisi Minta Warga Kei Serahkan Pelaku Pembunuhan

Ditulis oleh  Polisi

TIMIKA - Kepolisian Resor Mimika, Papua meminta dukungan para tokoh masyarakat Kei di Timika untuk menyerahkan pelaku pembunuhan terhadap Petrus Fautngilyanan.
Kapolres Mimika, AKBP Jermias Rontini di Timika, Jumat, mengatakan sangat berharap adanya kerja sama dari para tokoh masyarakat Kei untuk menyerahkan para pelaku yang sampai saat ini belum ditangkap.
“Kalau bisa pelakunya diserahkan kepada kami. Itu jauh lebih baik dari pada membuat resah keluarga besar Kei di Timika,” kata AKBP Rontini usai menggelar pertemuan dengan para tokoh masyarakat Kei bertempat di Timika.
Pertemuan para tokoh masyarakat Kei tersebut menghasilkan kesepakatan untuk perlu adanya rekonsiliasi antar orang Kei asal Kampung Holai-Holat dengan Kampung Bombai. Warga kedua kampung itu selama beberapa hari terlibat bentrok sengit di Timika yang dipicu oleh pembunuhan Petrus Fautngilyanan.
Almarhum Petrus Fautngilyanan tewas setelah dibantai oleh sejumlah orang di depan rumahnya di Gang Dat, Jalan Pattimura, Sempan Timika, Minggu (9/2). Jenazahnya telah dikebumikan pada Rabu (12/2).

Para tokoh masyarakat Kei juga mendukung langkah tegas kepolisian dalam menindak para pelaku tindakan anarkis yang sering membuat kekacauan hingga menimbulkan keresahan dan ketakutan bagi warga Timika.
Rontini mengakui saat ini semua warga di Timika membicarakan tentang orang Kei karena sering menjadi pemicu dari berbagai persoalan dengan kelompok suku yang lain maupun antarkelompoknya sendiri.
“Semua di Timika bicara orang Kei. Kita harus malu. Dulu orang-orang tua Kei datang membawa terang dan pendidikan untuk orang Papua di wilayah pantai selatan. Tapi sekarang datang orang-orang baru, tidak mengenal wilayah, lalu membuat kekacauan di mana-mana. Tindakan mereka merusak nama baik orang Kei,” tutur Rontini.
Ia berharap warga Kei sendiri yang harus bisa mengubah image dan stigma negatif sebagai biang dari berbagai kasus kriminalitas di Timika. (ant/bom/lo1)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar