-SELAMAT DATANG DAN KORAN HARIAN KONPAK

Selasa, 14 Oktober 2014

147 Butir Amunisi Coba Diselundupkan Dalam Noken dan Jaket Penumpang

Tuesday, 14-10-2014
147 Butir Amunisi Coba Diselundupkan Dalam Noken dan Jaket Penumpang
28 Views
Kasat Reskrim Polres Jayapura ketika memperlihatkan 147 amunisi yang berhasil di amankan dari tangan AW.
Kasat Reskrim Polres Jayapura ketika memperlihatkan 147 amunisi yang berhasil di amankan dari tangan AW.
Sentani (SP) — Seorang penumpang pesawat tujuan jayapura – Wamena berinisial AW (29) kemarin berhasil diamankan oleh aparat setelah ketahuan coba menyelundupkan 147 butir amunisi berbagai macam jenis.
Modus yang digunakan AW untuk menghindari X-Ray adalah dengan menyimpan amunisi tersebut dalam noken yang tergantung di lehernya dan sebagian lainnya ia sembunyikan di dalam jaket yang digunakan, sehingga saat melewati detektor logam, karena curiga isi noken, petugas memeriksanya.
Dari hasil pemeriksaan petugas berhasil mengamankan 147 butir amunisi aktif yang terdiri dari kaliber 5,56 mm sebanyak 113 butir, kaliber 9 mm sebanyak 13 butir, amunisi hampa kaliber 5,56 mm sebanyak 20 butir, kaliber 7,62 mm sebanyak satu butir dan satu buah magasen senjata api laras panjang jenis M16 yang terbuat dari aluminium warna coklat.
Sempat terjadi aksi kejar – kejaran antara aparat yang bertugas di Bandara dengan AW hingga keluar areala bandara hingga ke pertigaan lampur emrah Bandara sehingga menarik perhatian masyarakat.
“AW sempat melarikan diri dan terjadi kejar-kejaran hingga dekat SMPN 1 Sentani, namun akhirnya pelaku berhasil di tangkap dan di amankan di kantor polsek Bandara Sentani guna di lakukan pemeriksaan”, kata AKBP Sondang Siagian, Kapolres Jayapura, ketika di konfirmasi di ruang kerjanya, Senin (13/10/2014).
Kapolres menjelaskan, AW awalnya hendak masuk ke ruang tunggu keberangkatan, namun sesampai di bagian X-Ray bagian dalam, petugas mendapati adanya benda yang mencurigakan dalam noken milik AW, setelah di periksa ternyata benda tersebut adalah amunisi aktif yang sebagian juga di sisipkan di dalam jaketnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal diduga amunisi tersebut akan di bawa ke Lanny Jaya, namun aksi pengiriman ini urung terlaksana sebab pelaku pengiriman keburu tertangkap aparat keamanan.
Menurut Kapolres, pelaku di duga dua orang, namun satu orang berhasil melarikan diri. Sementara AW saat ini sedang dalam tahap pemeriksaan di Polres Jayapura untuk mengetahui apakah aksinya ini berkaitan dengan kelompok sipil bersenjata (KSB-red).
“Kemungkianan amunisi ini akan di pasok ke kelompok kriminal bersenjata di Lanny Jaya, namun untuk memastikannya sekarang ini kami masih melakukan pemeriksaan yang intensif terhadap AW, selain itu kita juga tengah mencari oknum pemasok amunisi tersebut, sebab dalam pemeriksaan kemarin, AW mengaku bahwa amunisi tersebut di dapat di Jayapura,” kata Kapolres.
Terkait dengan kejadian tersebut Kapolres Jayapura akan melakukan koordinasi dengan pihak TNI-AU dan otoritas bandara Sentani, dan berdasarkan penemuan amunisi yang kesekian kalinya ini akan di jadikan pembahasan terkait dengan sistem keamanan di Bandara Sentani itu sendiri.
“Memang kalu kita lihat tingkat keamanan di bandara ini sudah ada sedikit perbaikan, tetapi ditempat-tempat tertentu masih ada celah belum bisa di jangkau oleh aparat kemanan Bandara itu sendiri, harus kita akui sistim keamanan di bandara ini masih perlu ditingkatkan meskipun sudah dilengkapi dengan CCTV, mesin X-Ray dan alat detektor logam,” lanjut Kapolres.
Atas kejadian ini, AW di jerat dengan pasal 1 ayat 1 undang-undang darurat RI nomo 12 tahun 1951, dimana seseorang yang menguasai, menyimpan persediaan, menyembunyikan amunisi atau sesuatu yang bersifat bahan peledak maka akan di ganjar dengan hukuman minimal 15 tahun penjara dan maksimal hukuman seumur hidup.
Kepala Bandara Kelas I Khusus Sentani, Herson SH., terkait kejadian ini mengungkapkan bahwa kedepan pihaknya akan semakin memperketat pengamanan di Bandara Sentani terutama di pintu masuk, X-Ray dan di alat metal detector guna menekan dan mencegah pengiriman barang berbahaya ke pedalaman Papua.
“Mulai saat ini kita meminta kepada petugas di bandara agar semua penumpang yang masuk wajib untuk di periksa seluruh barang bawaannya baik itu melalui mesin X-Ray maupun alat pendeteksi logam, selain itu kami juga sudah instruksikan keseluruh jajaran petugas kemanan internal bandara agar lebih waspada terhadap penumpang yang mempunyai gerak gerik yang mencurigakan,” tegasnya. (B/FIR/R3/LO1)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar